Becoming
Home
A Place to Belong. A Life with Purpose.
Bertumbuh dalam Kristus, menjadi berkat bagi dunia.
Lokasi dan jam ibadah
Selain di Pasirkaliki 157, ibadah Minggu juga diadakan di lokasi berikut.
Jl. Cijeruk 11
LembangKomunitas Remaja Pemuda GKI Paskal
Video dan gambar terbaru dari Worthy. Lihat videoInstagram @worthypaskalWarta Jemaat
Edisi terbaru, tema khotbah, dan bacaan per bagian. Diperbarui Tata Usaha setiap minggu.
REMAJA PEMUDAGod Leads, I FollowLihat poster
TWEENSAllah yang Mau DijumpaiLihat poster
SEKOLAH MINGGUBest Friend ForeverLihat poster
RENUNGANDiwariskan yang Paling BaikBaca
Apakah yang terlintas di benak Saudara mendengar kata ‘warisan’? Minimal ada dua hal, yaitu bicara tentang kematian seseorang dan tentang apa yang ditinggalkan orang tersebut untuk keluarganya atau orang lain. Kedua hal tersebut yang paling umum dan yang langsung terlintas bagi siapapun, entah sebagai bagian yang perlu diurus secara hukum untuk menjadi bagian para ahli waris atau mungkin saja menjadi bahan pergunjingan karena apa yang diwariskan merupakan sengketa atau sesuatu yang kurang baik.
Sebuah analogi menarik tentang batu kecil yang dilemparkan ke sebuah danau yang tenang, saat batu tersebut mengenai permukaan air timbullah riak-riak menyebar yang semakin jauh dan akhirnya menghilang. Batu kecil tersebut tentunya akan menghilang tenggelam ke dasar danau. Begitu pula kehidupan manusia, di saat ia tidak lagi berada di tengah-tengah keluarga, sahabat, rekan kerja, atau lingkungan komunitasnya; ia akan memberikan kesan entah itu baik ataupun buruk tergantung dari cara ia memperlakukan sesamanya semasa ia hidup, kesan yang tercatat dalam ingatan dan tulisan yang mungkin bertahan lama dan diingat dari generasi ke generasi atau hanya sebatas hitungan hari dan bulan.
Mungkin inilah pemahaman tentang warisan yang paling penting dalam kehidupan, warisan tidak hanya berbicara tentang harta yang ditinggalkan tetapi sebuah nilai, teladan, dan pengaruh baik yang ditanamkan kepada sesama selama hidup.
Dalam Matius 22:37-40, diceritakan tentang pengajaran Yesus saat ditanya oleh orang-orang Farisi mengenai hukum yang terutama dalam hukum Taurat, Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jawaban Yesus menunjukkan bahwa segala aturan-aturan yang dijalani sesuai hukum Taurat dilandaskan hanya pada kedua hukum itu dan kedua hukum tersebut mempunyai kesejajaran nilai, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama. Lalu apa hubungannya dengan warisan yang sedang kita renungkan?
Segala kehidupan kita ditentukan dari cara kita menjalani kehidupan kita masing-masing, mengasihi Tuhan tentu yang pertama kali kita lakukan sebagaimana yang Yesus ajarkan tetapi tidak boleh juga mengabaikan kasih terhadap sesama. Karena kasih terhadap sesama dapat dikatakan sebagai cerminan bagaimana kita mengasihi Tuhan, cara kita memperlakukan sesama melalui perkataan, kepedulian, kejujuran, keikhlasan, dan tindakan kita; dapat langsung dirasakan oleh sesama. Di saat yang bersamaan orang lain akan menilai kita tentang bagaimana kita mengasihi Tuhan kita. Keduanya merupakan cerminan, bagai cermin, ia merefleksikan apa yang ada di hadapannya. Keduanya tidak mungkin saling bertolak belakang dan menampilkan yang berbeda.
Di penghujung Bulan Keluarga GKI Pasirkaliki ini, marilah kita memahami lebih jauh tentang apa yang paling kita ingin wariskan dalam kehidupan ini entah itu harta, nama baik, reputasi, apapun itu ingatlah bahwa warisan terbaik itu adalah sesuatu yang bukan hanya yang kita tinggalkan untuk orang lain tetapi juga sesuatu yang kita tinggalkan di dalam diri orang lain. Terserah pada pilihan kita dalam menjalani kehidupan ini apakah baik atau buruk, tergantung dari cara kita mengasihi Tuhan dan sesama. Immanuel.
“Saat kita jujur, kita sedang membangun kepercayaan. Saat kita memperlakukan sesama dengan hormat, kita sedang membangun penghargaan. Saat kita tetap melakukan hal yang benar sekalipun tidak ada yang melihat, kita sedang menunjukkan integritas.” (a.n.t.)
Jadwal kegiatan minggu ini
Visi, Misi, dan Tema Pelayanan Buka
Dengan tema pelayanan “Menjadi Satu di Dalam Kristus” untuk tahun pelayanan 2023-2026, telah sepanjang itu juga semangat kebersamaan dan kesatuan perlahan mulai hidup kembali pasca era pandemi. Tentunya ini adalah langkah yang baik, karena kebersamaan dan kekeluargaan merupakan salah satu karakter kuat di GKI Pasirkaliki selama ini.
Akan tetapi, apakah tugas dan panggilan gereja hanya berhenti di sana?
Surat Filipi 1:9-11 mengingatkan akan hal itu dan menjadi dasar Alkitab kita untuk menentukan perjalanan kita selanjutnya. Jemaat Filipi dikenal punya hidup yang sangat baik dan kompak di tengah segala tekanan dan ancaman yang mereka terima. Namun kepada jemaat yang demikian pun Paulus tetap mengingatkan:
“... semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah”.
Kasih juga perlu diiringi oleh pengetahuan dan pengertian yang benar supaya kita bisa menghasilkan buah yang memuliakan Allah. Itulah cara bersiap menyambut hari Tuhan. “Pengetahuan-pengertian” (baik dalam ranah relasi maupun pemahaman teologis) harus terus dikembangkan dan diperdalam supaya kita punya iman yang sungguh berakar. Sementara “Buah Kebenaran” sejatinya mengingatkan kita bahwa gereja punya tujuan yang lebih dari sekadar bisa hidup dan rimbun di dalam; melainkan berbuah dan berdampak ke luar.
Oleh karena itu, Majelis Jemaat GKI Pasirkaliki mengusung tema: “BERTUMBUH DALAM KRISTUS, MENJADI BERKAT BAGI DUNIA” untuk tahun pelayanan 2026-2029. Melalui tema ini, GKI Pasirkaliki diharapkan dapat melangkah untuk juga punya pemahaman dan pemaknaan yang kuat sesuai dengan teladan dan ajaran Kristus. Pemahaman itulah yang kiranya makin memperkuat komitmen kita untuk mengingat dan mewujudkan tugas panggilan gereja yang sejati: menjadi berkat bagi dunia. Untuk mewujudkan tema pelayanan ini, kita akan bergerak secara bertahap dalam tiga tahun pelayanan kali ini. Tahapnya dimulai dari diri sendiri, lalu meluas ke lingkup gereja, dan pada akhirnya bagi lingkup yang lebih luas lagi.
Dalam tahun pertama kita ini (2026-2027), kita bersama berfokus mengarahkan diri, program pelayanan, dan motivasi kita pada semangat keterbukaan: untuk kembali belajar dan mendalami berbagai pemaknaan teologis yang ada serta untuk menghidupi inklusivitas dalam relasi kita. Pada tahap inilah fokus kita adalah untuk belajar topik-topik teologis lewat ibadah pengajaran, pembinaan, kegiatan lintas komisi, ataupun program lain; yang semuanya itu hendak mengajak kita untuk mengalami sendiri sekaligus belajar bersama bagaimana semangat keterbukaan dapat dihidupi. Maka, jadilah bagian dari gerakan ini, karena gereja adalah kita bersama yang mau terus bertumbuh, dan Tuhan yang menumbuhkannya.
VISI
GKI Pasirkaliki menjadi mitra Allah dalam mewujudkan damai sejahtera di dunia.
MISI- Meningkatkan sinergitas dalam kehidupan jemaat GKI Pasirkaliki sebagai perwujudan tubuh Kristus.
- Meningkatkan pertumbuhan spiritualitas anggota jemaat dan simpatisan dalam menghadapi situasi perubahan kehidupan.
- Meningkatkan keikutsertaan jemaat untuk berpartisipasi dalam lingkup klasis, sinode, lembaga pendidikan dan kegiatan oikumenis.
- Meningkatkan keterlibatan jemaat dan simpatisan dalam masalah sosial kemasyarakatan sebagai wujud pembaruan diri dalam menghadirkan damai sejahtera di dunia.
Layanan untuk jemaat
Form permintaan layanan segera hadir. Sementara itu, hubungi Tata Usaha lewat WhatsApp.
Chat Tata Usaha
Langsung ke WhatsApp 0811 222 9283 pada jam kantor.
Buka WhatsAppAmbulans gereja (gratis)
Ambulans gereja tidak siaga 24 jam. Hubungi 0896-2319-0911. Untuk keadaan darurat, hubungi call center darurat 112 atau 119.